Latest Entries »

Sumbangan Islam Terhadap Sains dan Peradaban Dunia

Islamic Contribution to Science and Civilization of the World

Fakrizan Nazhif

14523251@students.uii.ac.id

 

PENDAHULUAN

Pada saat seluruh dunia Arab tenggelam dalam arus kebodohan, kedangkalan iman, jauh dari sinaran tauhid, dan keadaan sosial, politik, ekonomi, budaya danagama, masyarakat Arab sangat rapuh dan memperihatinkan, muncul seorang tokoh besar yang dikemudian hari akan menjadi sosok yang memiliki pengaruh dan dikagumi yang membawa ajaran baru seperti yang kita kenal hingga saat ini. Beliau adalah Rasulullah saw sebagai pembawa risalah Islam yang sampai saat ini masih eksis dan mendarah daging di sebagian besar masyarakat dunia.

Semenjak munculnya, ajaran Islam yang dibawa Rasulullah saw, telah banyak memberikan sumbangan kepada dunia Arab khususnya dan seluruh dunia pada umumnya, baik semenjak zaman Rasulullah saw sendiri hingga zaman modern saat ini. Dari sejak munculnya hingga saat ini banyak tokoh-tokoh dan ilmuan muslim yang lahir dan memberikan pengaruh besar terhadap khazanah keilmuan dan peradaban dunia, terlebih lagi ketika zaman keemasan Islam.

Saat ini banyak hal yang telah dapat dinikmati dan kita gunakan dari hasil pemikiran para tokoh-tokoh muslim terdahulu, baik di bidang kesehatan, politik, sosial, budaya, keilmuan dan lain sebagainya. Hasil pemikiran mereka tidak kalahdengan apa yang dihasilkan oleh para pemikir-pemikir barat, bahkan banyak ilmuan-ilmuan barat yang justru mengambil hasil fikiran para pemikir-pemikir muslim dan dianggap menjadi hasil produk pemikiran mereka. Penulis akan mencoba membahas lebih lanjut tentang sumbangan besar Islam kepada perkembangan sains dan peradaban dunia.

 

PEMBAHASAN

  1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Rasulullah Dan Setelah Beliau Wafat

Ilmu pengetahuan dalam dunia Islam dimulai sejak diutusnya Rasulullah untuk menyampaikan risalah dan ajaran Islam kepada umat manusia. Seiring berjalannya waktu, para sahabat dan tabi’in mulai muncul dan dikenal masyarakat luas karena keilmuannya. Terlebih lagi ketika munculnya dinasti Umayyah dan Abbasiyah begitu pesatnya ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu, hingga banyak sekali ilmuan dan tokoh muslim yang menghasilkan produk-produk pemikiran yang brilian.

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat perkembangan ilmu pengetahuan sejak diutusnya Rasulullah sebagai sang penyampai risalah, hingga dinasti Abbasiyah yang telah menelurkan begitu banyak pemikir dan ilmuan muslim.

  1. Ilmu Pengetahuan Pada Masa Rasulullah dan Khulafaurrasyidin

Pada masa Rasulullah, ilmu pengetahuan lebih banyak berkembang dibidang ilmu-ilmu pokok tentang agama (ushuluddin), dan ilmu akhlak (moral). Akan tetapi ilmu – ilmu lainnya tetap berkembang walaupun tidak sepesat ilmu agama dan akhlak. Saat itu pun mulai terjadi proses pengkajian ilmu yang lebih sistematis, diantaranya dasar-dasar ilmu tafsir yang dikembangkan oleh para sahabat Rasulullah.

Jika kita flashback, pada waktu sebelum Islam diturunkan, bangsa Arab dikenal dengan sebutan kaum jahiliyah. Hal ini disebabkan karena bangsa Arab sedikit sekali mengenal ilmu pengetahuan dan kepandaian yanglain. Keistimewaan mereka hanyalah ketinggian dalam bidang syair-syair jahili yang disebarkan secara hafalan. (Bernard Lewis, 1996: 25)

Dengan kenyataan itu, maka diutuslah nabi Muhammad SAW dengan tujuan untuk memperbaiki akhlak, baik akhlak untuk berhubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. Demikian pula dalam masalah ilmu pengetahuan, perhatian Rasul sangat besar. Rasulullah SAW memberi contoh revolusioner bagaimana seharusnya mengembangkan ilmu.

Diantara gerakan yang dilakukan Rasulullah SAW adalah dengan menggiatkan budaya membaca, yang merupakan pencanangan dan pemberantasan buta huruf, suatu tindakan awal yang membebaskan manusia dari ketidaktahuan. Membaca merupakan pintu bagi pengembangan ilmu. Rasulullah SAW juga memerintahkan kepada para sahabatnya untuk menghafal ayat-ayat al-Qur’an. Dengan cara ini dapat menjaga kemurnian dan juga media memahami ayat-ayat al-Qur’an. Disamping dengan hafalan, juga membuat tradisi menulis atau mencatat wahyu pada kulit, tulang, pelepah kurma dan lain-lain. (Sunanto, 2004:14-16)

Dengan bimbingan Nabi Muhammad SAW, telah mendorong semangat belajar membaca, menulis dan menghafal sehingga umat Islam menjadi umat yang memasyarakatkan kepandaian tulis-baca. Dengan semangat itulah, maka terbangun jiwa umat Islam untuk tidak hanya beriman tetapi juga berilmu, sehingga nantinya lahir sarjana-sarjana Islam yang ahli dibidangnya masing-masing.

Dengan demikian dapat dimengerti, salah satu aspek dari peradabanadalah mengembangkan ilmu pengetahuan. Jika pada masa Nabi dan Khulafau ar-Rasyidin perhatian terpusat pada usaha untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi, untuk memperdalam pengajaran akidah, akhlak, ibadah, mu’amalah dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an, maka perhatian sesudah itu disesuaikan dengan kebutuhan zaman, tertuju pada ilmu-ilmu yang diperoleh dari bangsa-bangsa sebelum munculnya Islam. (Sunanto,2004:38)

Peradaban Islam memiliki tiga pengertian yang berbeda. Pertama, kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam, mulai dari periode Nabi Muhammad SAW sampai perkembangan peradaban Islam masa setelahnya. Kedua, hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusasteraan, ilmu pengetahuan dan kesenian. Ketiga, kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam, terutama dalam hubungannya dengan ibadah-ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup kemasyarakatan. (Munthoha, 1998:14)

Pertumbuhan ilmu pengetahuan telah terjadi sejak Rasulullah mendakwahkan agama islam, wahyu pertamanya yaitu surat Al – alaq ayat1-5 bercerita tentang dasar – dasar ilmu pengetahuan, didalam wahyu tersebut terdapat perintah untuk membaca, Allah pun menegaskan bahwa hakikat ilmu datangnya dari Allah dan awalnya manusia tidak mengetahui apa – apa. Kata Iqra’ pada ayat ke-1 surat Al- alaq memiliki makna yang beragam, seperti menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, membaca baik teks maupun bukan teks.

Selanjutnya pada zaman khulafaurrasyidin, pada masa ini sering disebut dengan masa klasik awal (650 – 690 M). Pada masa klasik awal ini, merupakan peletakan dasar-dasar peradaban Islam yang berjalan selama 40 tahun. Seperti yang telah dijelaskan diawal, bahwa diantara kemajuan yang dicapai dibidang ilmu pengetahuan dan sains pada masa ini adalah terpusat pada usaha untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi, untuk memperdalam pengajaran akidah, akhlak, ibadah, mu’amalah dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Akan tetapi yang perlu dicatat bahwa pada masa ini telah ditanamkan budaya tulis dan baca. Dengan budaya baca tulis maka lahirlah orang pandai dari para sahabat rasul, diantaranya Umar bin Khatab yang mempunyai keahlian dibidang hukum dan jenius pada ilmu pemerintahan, Ali bin Abi Thalib yang mempunyai keahlian dibidanghukum dan tafsir.

Diantara ahli tafsir dimasa itu adalah khalifah yang empat (AbuBakar, Umar, Utsman dan Ali), Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubay IbnuKa’ab, Zaid Ibnu Tsabit, Abu Musa Al-’Asy’ari dan Abdullah bin Zubair.Dan dari kalangan khalifah empat yang paling banyak dikenal riwayatnyatentang tafsir adalah Ali bin Abi Thalib r.a.

Ibnu Abbas adalah anak paman Rasulullah SAW, sekaligus murid dari Rasulullah. Ia dikenal sebagai ahli bahasa/penterjemah Al-Qur’an. Dia adalah sahabat yang paling tahu tentang tafsir Al-Qur’an. Dia mempunyai biografi yang menunjukkan kebolehan ilmunya dan kedudukannya yang tinggi dalam hal penggalian secara mendalam tentangrahasia-rahasia Al-Qur’an.

  1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah Bani Umayyah

Bani Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin ‘Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I.

Masa ini sebagai masa perkembangan peradaban Islam, yangmeliputi tiga benua yaitu, Asia, Afrika, dan Eropa. Masa ini berlangsung selama 90 tahun (661 – 750 M) dan berpusat di Damaskus. Pada masa ini perhatian pemerintah terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sangat besar. Penyusunan ilmu pengetahuan lebih sistematis dan dilakukan pembidangan ilmu pengetahuan (Sunanto, 2004: 42) sebagai berikut:

  • Ilmu pengetahuan bidang agama yaitu, segala ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.
  • Ilmu pengetahuan bidang sejarah yaitu, segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah dan riwayat.
  • Ilmu pengetahuan bidang bahasa yaitu, segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, sharaf dan lain-lain.
  • Ilmu pengetahuan bidang filsafat yaitu, segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantiq, kedokteran, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu lain yang berhubungan dengan ilmu itu.

Penggolongan ilmu tersebut dimaksudkan untuk mengklasifikasikan ilmu sesuai dengan karakteristiknya, kesemuanya saling bahu-membahusatu dengan yang lainnya, karena satu ilmu tidak bisa berdiri sendiri. Sehingga ilmu pengetahuan sudah menjadi satu keahlian, masuk kedalam bidang pemahaman dan pemikiran yang memerlukan sitematika dan penyusunan.

Akan tetapi, golongan yang sudah biasa dengan keahlian ini adalah golongan non-Arab yang disebut Mawali. Sedangkan bangsa Arab disibukkan dalam pimpinan pemerintahan. Maka dapat kita ketahui tokoh-tokoh ilmu seperti Sibawaihi, Al-Farisy dan Al-Zujaj yang kesemuanya mawali. Demikian juga tokoh Hadits, seperti Al-Zuhry, AbuZubair Muhammad bin Muslim bin Idris, Bukhary dan Muslim. (Supriyadi,2008 :109)

Hal itu dapat dikatakan bahwa peradaban Islam pada masa itu sudah bersifat internasional. Penduduknya meliputi puluhan bangsa, menganut bermacam-macam agama, yang kesemuanya disatukan dengan bahasa Arab.

  1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah Bani Abbasiyah

Bani Abbasiyah atau Kekhalifahan Abbasiyah adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Bagdad. Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini naik kekuasaan setelah mengalahkan Bani Umayyah dari semua kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dibentuk oleh keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, Abbas. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa tentara-tentara Turki yang mereka bentuk, Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Bagdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Bagdad. (Http://id.wikipedia.org/wiki/bani_abbasiyah, dikutip tanggal 08 Desember 2017)

Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, Islam mencapai puncak kejayaan (keemasan) yang ditandai dengan masa ekspansi kedaerah-daerahyang sangat luas, integrasi dan kemajuan dibidang ilmu dan sains. Ilmu pengetahuan dipandang sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khalifah dan para pembesar pemerintahan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Hasilnya ilmu pengetahuan daulah Islamiyah pada masa ini lebih tinggi kemajuannya dibanding masa sebelumnya.

Gerakan membangun ilmu secara besar-besaran dirintis oleh khalifah Ja’far al-Mansur, setelah mendirikan kota Baghdad dan menjadikannya sebagai ibu kota negara, ia merangsang usaha pembukuan ilmu agama, seperti fiqh, tauhid, hadits, tafsir dan ilmu lain seperti bahasa dan sejarah. Adapun ahli tafsir yang termasyhur saat itu diantaranya ibnu Jarir Ath-Thabari dengan model tafsir bil ma’tsur sebanyak 30 juz, dan Abu Muslim Muhammad bin Nashr al-Isfahany dengan model tafsir bir Ra’yi sebanyak 14 jilid. (As-Shiddiqie, 2000: 245).

Pada masa itu juga lahir para fuqaha (ahli fiqh) yang hingga sekarang masih dianut oleh masyarakat Islam, (Perpustakaan Nasional RI, 2002: 134) yaitu:

  • Imam Abu Hanifah, yaitu Nu’man bin Tsabit bin Zauthi, dilahirkan di Kufah tahun 80 H. Diantara kitab madzab Imam Abu Hanifah, Fiqhul Akbar, Musnad Abu Hanifah, Washiyyatuhu Ii Binihi, dan Washiyyatuhu Ii Ashhabihi.
  • Imam Malik, yaitu Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir, lahir di Madinah tahun 93 H. Kitab-kitab madzab Imam Malik diantaranya, Al-Muwatta’, Risalah Fil Wa’dhi, Kitabul Masail.
  • Imam Syafi’i, yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Idris binAbbas bin Usman bin Syafi’i. Lahir 150 H di Ghaza provinsi Askalan, Palestina dan pernah berguru pada Imam Malik. Diantara kitab-kitab madzab Imam Syafi’i adalah Kitabul Um, As-Sunnah al-Ma’tsur, Ushul Fiqh, dan Musnad Asy-Syafi’i.
  • Imam Ahmad, yaitu Ahmad bin Hambal bin Hilal az-Zahly asy-Syaibany. Lahir tahun 164 H. Kitab-kitab madzab Imam Ahmad bin Hambal antara lain al-Musnad fil Hadits, Kitab as-Sunnah, kitab Zuhud.

Pada perkembangannya, Keempat ahli fiqh tersebut disebut sebagai Imam Madzab Empat (al-Mazahib al-Arba’ah) atau madzab fiqh sebagai aliran pemikiran tentang hukum Islam yang penetapannya merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

  1. Sumbangan Islam Terhadap Sains dan Peradaban Dunia

Perlu diketahui bersama, sisi gelap dalam pola pendidikan yang dirumuskan oleh Amerika dan Eropa yaitu tidak adanya muatan nilai ruhiyah, dan lebih mengedepankan logika materialisme serta memisahkan antara agama dengan kehidupan yang dalam hal ini sering disebut paham Sekulerisme. Implikasi yang bisa dirasakan namun jarang disadari adalah adanya degradasi moral yang dialami oleh anak bangsa. Banyak kasus buruk dunia pendidikan yang mencuat di permukaan dimuat oleh beberapa media massa cukup meresahkan semua pihak yang peduli terhadap masa depan pendidikan bangsa yang lebih baik.

Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh. Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun (bapak ekonomi), Ibnu Khawarizm (bapak matematika), Ibnu Batutah (bapak geografi), Al-Khazini dan Al-Biruni (bapak Fisika), Al-Battani (bapak Astronomi), Jabir bin Hayyan (bapak Kimia), Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah.

Dalam buku milik Nakosteen (2003, hal.85) disebutkan beberapa kontribusi muslim terhadap dunia pendidikan sebagai berikut:

  1. Melalui abad keduabelas dan sebagian abad ke tiga belas, karya-karya Muslim tentang sains, filsafat, dan bidang-bidang lain telah diterjemahkan kedalam bahasa latin, terutama dari bahasa Spanyol dan memperkaya kurikulum barat, khususnya Eropa barat laut.
  2. Orang-orang Muslim, telah memberi kepada Barat metode eksperimental, sekalipun masih kurang sempurna.
  3. Sistem notasi dan desimal Arab telah diperkenalkan kepada Arab
  4. Karya-karya terjemahan mereka, terutama dari orang-orang seperti Avicenna dalam ilmu kedokteran, sudah digunakan sebagai teks (kuliah) didalam kelas-kelas sekolah tinggi, jauh ke dalam pertengahan abad ke tujuh belas.
  5. Mereka merangsang pemikiran orang-orang Eropa, dipelajari kembali hal itu dengan kebudayaan-kebudayaan klasik dan lainnya, sehingga membantu menghasilkan (abad) Renaisance.
  6. Mereka adalah perintis universitas-universitas Eropa, mereka telah mendirikan ratusan sekolah tinggi sebelum Eropa.
  7. Mereka memelihara pemikiran Greco-Persian ketika Eropa bersikap tidak toleran terhadap kebudayaan-kebudayaan Pagan.
  8. Mahasiswa-mahasiswa Eropa di dalam Universitas Muslim membawa kembali (ke negaranya) metode-metode baru tentang pengajaran.
  9. Mereka telah memberi kontribusi tentang pengetahuan rumah sakit, sanitasi dan makanan kepada Eropa.

(Nakosteen, 2003: 85)

 

  1. Sarjana-Sarjana Muslim dan Karya Ilmiahnya

Sejak sekitar abad ke-8 M hingga abad ke-20 M, Islam telah melahirkanribuan ilmuwan, baik dalam bidang ilmu filsafat, kalam, tasawuf maupun sains, tekhnologi, dan seni. Apa-pun bidangnya, mereka adalah tokoh-tokoh langka yang telah memperkaya dunia ilmu pengetahuan bahkan secara khusus menjadi simbol kemajuan peradaban Islam. Berikut diantara sarjana-sarjana Muslim terkenal beserta karyanya yang penulis kutip dari berbagai sumber.

  1. Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Astronom, Penemu Algoritma dan Aljabar)

Tak banyak anak didik yang tahu, siapa yang orang yang dikenalsebagai bapak dan penemu dua cabang ilmu matematika, yaitu Algoritma dan Aljabar. Dialah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawirzmi, ilmuan Muslim penemu Algoritma dan Aljabar. Nama Algoritma sendiri diambil dari nama penemunya, yaitu Al-Khawarizmi. Di kalangan ilmuan Barat ia lebih dikenal dengan nama Algorizm.

Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (770-840 M). ilmuan yang berjasa besar dalam memajukan ilmu pengetahuan ini lahir di Khawarizm (Kheva), kota di selatan sungai Oxus (kini Uzbekistan) pada tahun 770 M. Kedua orang tuanya kemudian pindah ke sebuah tempat diselatan kota Baghdad (Irak), ketika ia masih kecil. Al-Khawarizmi hidup dimasa kekhalifahan Bani Abbasiyah, yakni Al-Makmun, yang memerintah pada 813-833 M. (Sucipto, 2008: 16)

Sejarah mencatat, Al-Khawarizmi dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep Al-Goritma dalam Matematika. Ia adalah penemu beberapa cabang ilmu dan konsep matematika yang dikenal sebagai astronom geografer. Selain Algoritma, teori Aljabar juga merupakan buah fikirnya.

Nama Aljabar sendiri diambil dari bukunya yang terkenal, yakni Al- Jabr wa-al-Muqabilah. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yangmemuat fungsi sinus, kosinus, tangen dan kotangen serta konsep diferensiasi.

Tak hanya itu, di bidang ilmu ukur, Al-Khawarizmi juga dikenalsebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma sertahitungan desimal. Sayangnya beberapa sarjana Barat seperti John Napier (1550-1620 M) dan Simon Stevin (1548-1620 M) mengklaim bahwa penemuan tersebut merupakan hasil pemikiran mereka.

Masih berkaitan dengan masalah perhitungan, ternyata Al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Bukunya Kitab Surat Al-ard, menjadi dasar ilmu bumi Arab. Naskah itu hingga kini masih disimpan di Strassburg, Jerman oleh Abdul Fida, seorang ahli ilmu bumi terkenal. (Sucipto, 2008 :17-18)

Petualangan dan pengabdian panjangnya itu baru berakhir pada tahun 840 M. ketika Sang Khaliq memanggilnya. Al-Khawarizmi meninggalkan warisan khazanah dalam ilmu pengetahuan dunia.

  1. Ibnu Khaldun (Bapak Ilmu Sosiologi Politik)

Sejatinya pemikir dan ulama peletak dasar ilmu sosiologi dan politik melalui karya magnum opus-nya, Al Muqaddimah. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H/ 27 Mei 1332 dengan nama Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Al Hasan bin Jabir bin Muhammad bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Ibnu Khaldun. Moyangnya berasal dari Hadramaut, Yaman yang bermigrasi ke Sevilla, Andlusia (Spanyol). Namun keluarganya harus pindah ketika Sevilla dikuasai Kristen (Sucipto, 2008: 47).

Pendidikannya dimulai di Tunisia dan di Fez (Maroko) dengan mempelajari berbagai bidang ilmu: menghafal Al-Qur’an, mempelajari tata bahasa, hukum Islam (syari’ah), hadis, retorika, filologi dan puisi. Selain itu ia mempelajari sastra Arab, filsafat, matematika dan astronomi. Khaldun sangat terlibat dengan politik.

Kariernya di bidang politik membawanya keluar masuk istana, iasebagai pemenang maupun pecundang. Usia mudanya dihabiskan sebagai pendamping, penasihat sultan serta menduduki beraneka jabatan.

Kariernya menanjak saat ia membantu Sultan Abu Salem dalammenjatuhkan Al-Mansyur, musuh politiknya. Ia diberi jabatan sekretarisselama lebih dari dua tahun, lalu ditugaskan sebagai qadi (hakim). Sultan Abu Salim tak lama kemudian dijatuhkan oleh Wazir Omar. Gagal mendapatkan kedudukan di pemerintahan yang baru, Ibnu Khaldun meninggalkan Fez dan pergi ke Andalusia.

Salah satu di antara karya Ibnu Khaldun bahwa ia memetakan masyarakat dengan interaksi sosial, politik, ekonomi dan geografi yang melingkupinya. Pendekatan ini dianggap menjadi terobosan yang sangat signifikan. Menurutnya, organisme dapat tumbuh dan matang karena sebab-sebab nyata yang mempengaruhinya.

Formasi masyarakat, fikiran yang dituangkan dalam karya besarnya, Muqaddimah, misalnya, dikatakan sebagai hasrat manusia untuk berkumpul, bersaing, lalu memperebutkan kepemimpinan. Mereka diikat dengan solidaritas ashabiyah (ungkapan pra-Islam) yang diarahkan oleh para pimpinannya. Ia memperkirakan bahwa solidaritas itu berlangsung empat generasi.

Model ini menempatkan Ibnu Khaldun sebagai penganut teori siklus sejarah. Masyarakat lahir, tumbuh, berkembang, lalu mati untuk digantidengan yang lain, demikian seterusnya. (Sucipto, 2008: 49)

Kontribusi Ibnu Khaldun dalam Ilmu pengetahuan memang tidak sedikit. Setidaknya berkatnyalah dasar-dasar ilmu sosiologi politik dan filsafat dibangun, tak heran jika warisannya itu banyak diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Seorang sejarawan Barat, Dr Boer, menulis “Ibnu Khaldun tak pelak lagi, adalah orang pertama yang mencoba menerangkan dengan lengkapevolusi dan kemajuan suatu kemasyarakatan, dengan alasan adanya sebab-sebab dan faktor-faktor tertentu, iklim, alat, produksi, dan lain sebagainya, serta akibat-akibatnya pada pembentukan cara berfikir manusia, dan pembentukan masyarakatnya. Dalam derap majunya peradaban iamendapatkan keharmonisan yang terorganisasikan dalam dirinya sendiri.”

  1. Jabir Ibnu Hayyan (Bapak Kimia)

Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa embrio persenjataan nuklir yang banyak digunakan oleh negara-negara maju, entah mereka gunakan untuk hal-hal positif maupun negatif, semua itu bermula dari ilmu kimia. Sebenarnya ilmu kimia sudah ada sejak puluhan abad silam. Memang belum pada bentuk modern seperti sekarang yang telah diadopsi sedemikian canggihnya.

Ilmu kimia di kemudian hari berkembang sangat pesat dan dikenal banyak orang. Tapi, hanya sedikit yang mengetahui siapa sejatinya orang pertama yang menemukan ilmu eksakta tersebut. Ia adalah Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan (721-815 H). ilmuan muslim pertama yang menemukan danmengenalkan disiplin ilmu kimia tadi.

  1. Ibnu Sina

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan padafilosofidan kedokteran. Diadianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern”. George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” Pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb). (http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sina, dikutip tanggal 8-12-2017).

 

  1. Ibnu Majid

Ibnu Majid adalah seorang navigator Arab terbesar yang bergelar “singa laut”. Pada usianya yang ke-15, Ibnu Majid sudah memimpin sebuah pelayaran. Navigator yang lahir di Julfar, Mesir, tahun 1421 M ini memilikinama lengkap Shihabud Din Ahmad bin Majid bin Muhammmad bin Amir bin Duwayk bin Yusuf bin Husain bin Abi Ma’lak as-Sa’di bin Abi ar-Raka’ib an-Najdi.

Sifat yang patut kita teladani dari Ibnu Majid adalah ketekunannnya dalam mempelajari ilmu navigator yang ia dapatkan dari ayah dan kakeknyadengan cara menjalankan kapal laut atau kapal teerbang. Selain itu, ia jugamenguasai ilmu geografi dan astronomi sebagai syarat utama untuk menjadi navigator ulung.

Diantara buku-buku karya Ibnu Majid berjudul al-Hijaziah (sejarah negeri hijaz), Urjuza (melagukan syair dengan prosa raja-raja) terdiri dari 3 jilid, Hawiyatul-Ikhtisar fi Ushul Ilmil-Bihar (ringkasan ilmu navigator) yang ia tulis pada tahun 1490 M. Buku ini berisi tentang rute-rute laut sepanjang pantai India hingga Sumatera, Cina, Taiwan dan sepanjang pantai Samudra Hindia, serta tanda-tanda dekatnya daratan.

(http://frahasti.wordpress.com/2009/01/31/ibnu-majid, dikutip tanggal 8-12-2017)

  1. Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 M). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja’far Harun dan Ibnu Baja.

Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai “Kadi” (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafa Aristoteles yang mempengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani(Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada. Diantara karyanya adalah: Bidayat Al-Mujtahid (kitab ilmu fiqih), Kulliyaat fi At-Tib (buku kedokteran), Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at (filsafat dalam Islam dan menolak segala paham yang bertentangan dengan filsafat).

Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Rusyd, dikutip tanggal 08-12-2017)

  

KESIMPULAN

Menggagas kebangkitan Peradaban Islam; jika umat Islam ingin membangunkembali peradabannya, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa ini, kebangkitan Islam hanya akan menjadi utopia belaka. Karena wujud suatu peradaban merupakan produk dari akumulasi tiga elemen penting yaitu, kemampuan manusia untuk berfikir yang menghasilkan sains dan teknologi, kemampuan berorganisasi dalam bentuk kekuatan politik dan militer, serta kesanggupan berjuang untuk hidup.

Jadi kemampuan berfikir merupakan elemen mendasar (asasi) bagi suatu peradaban. Suatu bangsa akan beradab (ber-peradaban) apabila bangsa itu telah mencapai tingkat kemapuan intelektual tertentu. Sebab kesempurnaan manusia ditentukan oleh ketinggian pemikirannya. Suatu peradaban akan bisa terwujud jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu sajatanpa sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang tersedia. Dalam hal ini, pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya pemikiran, namun yang lebih mendasar lagi dari pemikiran adalah struktur ilmu pengetahuanyang berasal dari pandangan hidup (agama).

Maka dari itu, pembangunan kembali peradaban Islam harus dimulai dari pembangunan ilmu pengetahuan Islam. Orang mungkin memprioritaskan pembangunan ekonomi dari pada ilmu, dan hal itu tidak sepenuhnya salah, sebabekonomi akan berperan meningkatkan taraf kehidupan, namun sejatinya faktor materi dan ekonomi menentukan setting kehidupan manusia, sedangkan yangmengarahkan seseorang untuk memberi respon terhadap situasi yang sedang dihadapinya adalah faktor ilmu pengetahuan. Sebagaimana ungkapan Albert Enstien “science without religion is blind, religion without science is lame”. Dari sini dapa tkita lihat peranan penting pendidikan dan agama sebagai jalan kebangkitan peradaban Islam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ash-Shidieqy, Tengku Muhammad Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Semarang. Putra Rizki Putra. 2000.

Bernard Lewis. the Arab In History. Harper London, Colophons Books. 1996.

http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sina

https://frahasti.wordpress.com/2009/01/31/ibnu-majid/

http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Rusyd

Munthoha. Pemikiran dan Peradaban Islam, Cet. 1, Yogyakarta. UII Press. 1998.

Nakosteen, Mehdi. Kontribusi Islam Atas Dunia Intelektual Barat, Cet.2. Surabaya: Risalah Gusti. 2003.

Perpustakaan Nasional RI, Ensiklopedi Islam.  Dewan Pimpinan Penerbit Jakarta. PT. Ichtiar Baru Van Hoeve. 2002.

Sucipto, Hery. The Great Moslem Scientist, Cet.1, Jakarta; Grafindo Khazanah lmu. 2008.

Sunanto, Musyrifah. Sejarah Islam Klasik, Cet.2, Jakarta; Prenada Media. 2004.

Supriyadi, Dedi. Sejarah Peradaban Islam. Bandung, Pustaka Setia. 2008.

 

 

Iklan

Digitasi secara umum dapat didefinisikan sebagai proses konversi data analog ke dalam format digital. Objek-objek tertentu seperti jalan, rumah, sawah dan lain-lain yang sebelumnya dalam format raster Pada sebuah citra satelit resolusi tinggi dapat diubah kedalam format digital dengan proses digitasi
PCM adalah singkatan dari Pulse Code Modulation. PCM 30 dapat diartikan sebagai sejenis teknologi digital yang dapat menggandakan dari satu jalur fisik dapat disalurkan 30 percakapan sekaligus tanpa mengganggu satu sama lain (interferensi).
Pulse Code Modulation adalah rekaman digital audio analog yang digunakan dalam berbagai macam teknologi dari telepon ke Bluray. PCM bekerja mengambil sinyal analog amplitude sampel secara berkala beberapa ribu kali per detik. Rekaman perangkat lunak awalnya menggunakan PCM format sebelum mengkonversi audio ke format lain seperti MP3 atau AAC. Selain itu, dikompresi file audio seperti MP3 dikompres kembali ke PCM ketika dimainkan kembali speaker.
PCM adalah suatu teknik multiplexing yang menggunakan sistem TDM (Time Division Multiplexing). Secara garis besar PCM 30 terdiri dari: Sampling dan Holding, Kuantisasi,Encoding, dan Multiplexing.
Tujuan dari Sampling and Hold adalah mencuplik secara berkala sinyal informasi yang berupa gelombang analog. Kemudian dikonversikan menjadi sinyal dengan amplitudo yang rata agar bisa diubah menjadi kode-kode digital oleh rangkaian ADC (Analog to Digital Converter).
Sinyal suara atau gambar yang masih berupa sinyal listrik analog diubah menjadi sinyal listrik digital melalui 4 tahap utama, yaitu :
1. Sampling adalah : proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal analog pada titik tertentu secara teratur dan berurutan
Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x frekuensi yang disampling (sekurang-kurangnya memperoleh puncak dan lembah) [teorema Nyqust]
Hasil penyamplingan berupa PAM (Pulse Amplitude Modulation
2. Quantisasi : Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling dalam level-level kuantisasi
Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat
3. Pengkodean : proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling ke bentuk kode digital biner
4. Multiplexing : dari banyak input menjadi satu output
fungsi : Untuk penghematan transmisi
Menjadi dasar penyambungan digital

Sumber:
http://www.slideshare.net/886428468/digitasi-40094706
http://www.techwalla.com/articles/what-is-pcm-audio
http://www.ahyat.id/2015/01/tentang-pcm.html
my.opera.com/sibal_bal/blog/signalling-pstn-part-ipcm
lifrandiagan..com/2010/05/05/pcm-pulse-code-modulation/

Setelah proses instalasi Debian selesai, langkah selanjutnya melakukan konfigurasi IP Address sebagai berikut (asumsi pada saat instalasi debian belum diatur) :

Pengaturan IP address

Untuk setting IP kita dapat memasukkan perintah :
# gedit /etc/network/interfaces
sehingga settingnya kira-kira menjadi seperti ini (192.168.55.0/24)

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.55.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.55.0
broadcast 192.168.55.255

Ingat, setting IP dan lain-lain harus di sesuaikan dengan jaringan yang akan diterapkan, termasuk subnettingnya.

Lakukan restar konfigurasi IP Address dengan perintah
# /etc/init.d/networking restart

Cek menggunakan perintah Ifconfig, Pastikan eth0 telah terdeteksi dan berisi IP Address secara otomatis dari jalur internet (misal 192.168.88.25) dan eth1 telah terdeteksi dan berisi IP Address 192.168.55.1 (sesuai konfigurasi yang dibuat), jika tidak maka coba restart network atau komputer anda.

Pengaturan Gateway

Edit file rc.local
dengan perintah
#nano /etc/rc.local

sebelum baris exit 0 ditambahkan
iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE

Untuk mengecek apakah konfigurasi sudah benar
iptables –t nat –n –L

Aktifkan ip forward
dengan perintah
#nano /etc/sysctl.conf

cari kata #net.ipv4.ip_forward=1
kemudian hilangkan tanda #
Setelah disimpan, selanjutnya kita aktifkan ipforwardnya dalam sysctl.conf tersebut dengan perintah
# sysctl -p

Restart network
perintah
#/etc/init.d/networking restart

Cek konfigurasi
#cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Hasilnya akan 1 jika konfigurasi berhasil
“kalau hasilnya masih 0 coba direstart servernya”

Reboot server
#init 6

Pengaturan DHCP

Lakukan Instalasi DHCP Server dengan perintah :
#apt-get install dhcp3-server
#gedit /etc/default/dhcp3-server

masukan eth1 supaya hanya eth1 yang memakai system dhcp
INTERFACES=”eth1”

#gedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf

tambah # pada:
1. option domain-name “example.org”;
2. option domain-name-server ns1.example.org, ns2.example.org;
3. Default-lease-time 600;
4. Max-lease-time 7200;

dan hilangkan tanda # pada:
1. authoritaive

Option domain diganti juga

Subnet 192.168.55.0 netmask 255.255.255.0 {
Range 192.168.55.2 192.168.55.200; ket: range IP yang bisa diakses client
Option domain-name-servers 202.134.0.155; ket: DNS yang di gunakan
Option domain-name “sekolah.sch.id”; ket: Domain yang digunakan
Option routers 192.168.55.1; ket: gateway yang digunakan client
Option subnet-mask 255.255.255.0; ket: subnet yang digunakan
Option broadcast-address 192.168.55.255; ket: IP broadcast dari subnet
Default-lease-time 600;
Max-lease-time 7200;
}

#/etc/init.d/dhcp3-server restart

Selanjutnya hidupkan komputer client dan ping ke IP 192.168.55.1, jika berhasil buka browser di server dan buka alamat website sembarang lakukan login ke internet hotspot.
Setelah itu buka browser di client dan buka alamat situs sembarang, jika berhasil maka Server Internet Gateway sudah berjalan normal, jika belum coba restart ulang komputer server dan clinet.

jangan lupa menambahkan dns pada resolv.conf, disini kita akan menggunakan dns google atau telkom :
# nano /etc/resolv.conf

nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4
nameserver 202.134.0.155 (nomer ip telkom)

lalu simpan dan restart.

Pengaturan Proxy

Install squid
# apt-get install squid
Tunggu hingga proses installasi selesai,,

Stop dulu paket squid’nya…
# /etc/init.d/squid stop

Edit file squid.conf yang berada di
#gedit /etc/squid/squid.conf

Cari baris-baris sebagai berikut, Hilangkan semua tanda pagar atau dan tambahkan pada baris-baris yang diharuskan untuk ditambahkan.

http_port 3128 transparent
cache_mem 16 mb
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
cahe_mgr nama_peserta@sekolah.sch.id (isikan terserah agan aja gag harus kok)
visible_hostname proxy.sekolah.sch.id

auth_param basic children 5
auth_param basic realm squid proxy.caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casensitive off
……

(konfigurasi pemblokkan situs)
selanjutnya cari baris acl connect dan tambahkan dibawahnya script berikut;

acl url dstdomain “/etc/squid/url”
acl key url_regex -i “/etc/squid/key”
http_access deny url
http_access deny key
acl lan src 192.168.55.0/24
http_access allow lan
http_access allow all

Cari kata http_access deny all (ada 2), kemudian semuanya di tambah tanda “#” di depannya
untuk menDisable.

Buat file untuk blokir situs.
Situs (Alamat URL).
# nano /etc/squid/url
Misalkan yang akan diblokir adalah facebook maka ketikkan www.facebook.com setelah selesai
membuat daftar situs-situs yang di blokir simpanlah file tersebut.
Search Method (Daftar Kunci).

Buat file untuk blokir situs.
# nano /etc/squid/key
Misalkan kata yang di blokir adalah sex maka ketikkan sex pada daftar dan simpan file.

Buat SWAP
# squid –z

Redirect port 80 ke port 3128
# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.55.0/24 -p tcp – -dport 80 -j REDIRECT – -to-ports 3128
# iptables-save

Restart for finishing
# /etc/init.d/networking restart
# /etc/init.d/squid restart

Edit file rc.local,, bertujuan untuk membuat table routing,, tambahkan perintahnya diatas “exit 0” sebagai berikut :

#gedit /etc/rc.local

iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE
iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.55.0/24 -p tcp – -dport 80 -j REDIRECT – -to-port 3128

Setelah disimpan, jalankan perintah berikut :

# iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE

# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.55.0/24 -p tcp – -dport 80 -j REDIRECT – -to-port 3128

# iptables-save

Selanjutnya restar squidnya dengan perintah
# /etc/init.d/squid restart

Cek di client, ketikan di url, dengan domain yang sudah kita blok tadi, misalkan
“www.google.com” atau “www.yahoo.com”

Untuk melakukan blokiran terhadap keyword tertentu gunakan perintah url_regex dan file yang berisi kata-kata yang akan diblok.

  1. 1.     DNS SERVER

root@server:# apt-get install bind9

Beberapa file konfigurasi dan direktori utama DNS server yang harus kita perhatikan adalah:

named.conf

db.domain

db.ip

/etc/resolv.conf

Konfigurasi Bind9

 

# nano /etc/bind/named.conf

Tambahkan rangkaian konfigurasi berikut untuk mendaftarkan domain yang kita kelola.

zone “sekolah.sch.id” {

type master;

file “/etc/bind/db.sekolah”;

};

zone “55.168.192.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/db.192”;

};

Konfigurasi file forward

Buat dahulu sebuah file yang bernama forward di direktori /etc/bind/ atau dapat pula dengan melakukan copy atau duplikat terhadap file “db.local” dengan perintah berikut :

#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.sekolah

Selanjutnya

#gedit /etc/bind/db.sekolah

Sesuaikan isi dari file tersebut dengan identitas hostname pada zone yang akan kita kelola, seperti terlihat pada file berikut:

; BIND data file for local loopback interface

;

$TTL    604800

@       IN      SOA     sekolah.sch.id. root.sekolah.sch.id. (

2         ; Serial

604800     ; Refresh

86400      ; Retry

2419200     ; Expire

604800 )    ; Negative Cache TTL

;

@       IN      NS          sekolah.sch.id.

@       IN      A            192.168.55.1

www   IN      A            192.168.55.1

Konfigurasi file Reverse

Buat dahulu sebuah file yang bernama reverse di direktori /etc/bind/ atau dapat pula dengan melakukan copy atau duplikat terhadap file “db.127” dengan perintah berikut :

#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192

Selanjutnya

#gedit /etc/bind/db.192

Sesuaikan isi dari file tersebut dengan identitas hostname pada zone yang akan kita kelola, seperti terlihat pada file berikut:

; BIND data file for local loopback interface

;

$TTL    604800

@       IN      SOA     sekolah.sch.id. root.sekolah.sch.id. (

1         ; Serial

604800     ; Refresh

86400      ; Retry

2419200     ; Expire

604800 )   ; Negative Cache TTL

;

@                          IN      NS      sekolah.sch.id.

1                           IN      PTR     sekolah.sch.id.

Juga, jangan lupa untuk menyesuaikan resolv.conf dengan name server yang telah kita buat.

Masuk dan edit file resolv.conf dengan cara :

# nano /etc/resolv.conf

Dan sesuaikan sehingga menjadi :

nameserver 192.168.55.1

Setelah selesai pengeditan file, lakukan re-start pada file tersebut supaya running dengan setting seperti yang kita harapkan.

Restart bind dengan cara :

# etc/init.d/bind9 restart

Test apakah DNS Server tersebut berhasil atau tidak, dengan perintah nslookup dari computer Localhost ataupun dari computer client.

# nslookup 192.168.55.1

Server  :  192.168.55.1

Address  :  192.168.55.1#53

1.55.168.192.in-addr.arpa  name = sekolah.sch.id.

# nslookup debian.edu

Server  :  192.168.55.1

Address  :  192.168.55.1#53

Name  :  sekolah.sch.id.

Jika muncul pesan seperti ini,

Server  :  192.168.55.1

Address  :  192.168.55.1#53

** server can’t find sekolah.sch.id: NXDOMAIN

Artinya domain tidak ditemukan, periksa file named.conf dan resolv.conf. setelah itu restart bind9 nya.

Konfigurasi Web Server

Lakukan instalasi aplikasi berikut :

#apt-get install apache2 php5 phpmyadmin mysql-server

Kemudian muncul PopUp window, dan isikan passwd untuk user “root”. Dan pilih “apache2” sbg web server.

#/etc/init.d/apache2 restart lalu ketikkan sekolah.sch.id melalui browser pada komputer client, jika tampil “IT’S WORK” maka web server sudah berjalan, selanjutnya untuk mengubahnya gunakan #gedit /var/www/index.html

Kesalahan yang umum terjadi

–      Interfaces

         Ethernet tidak mendapat ip dari hub
solusi = restart networknya

         Ip tidak mau berubah walau sudah di restart berkali-kali
solusi = atur agar eth0 dan eth1 menjadi roamin mode. Kemudian isi kembali secara manual

         Eth0 nya tidak terbaca. Ketika di ifconfig eth0 tidak muncul
solusi = cek file interfaces. Pastikan auto-nya dan iface-nya ada dan terisi dengan benar. Susunannya juga harus benar

         Cara diatas sudah dilakukan. Tetapi masalahnya belum selesai
solusi = restart networknya. Atau restart komputernya

         Kalau masih belum bisa?
solusi = mungkin LAN card atau kabelnya yang bermasalah

–      Router

         Waktu mengecek dengan perintah iptabels –t –nat –n –l, muncul tulisan unknown arg ‘(null)’
solusi = perhatikan penulisan perintahnya. Huruf besar kecil itu berbeda. Yang benar iptables –t nat –n –L

         Sekarang perintahnya sudah benar. Tapi darimana kita tau kalau konfigurasi kita benar?
solusi = umumnya akan ada chain PREROUTING, POSTROUTING, dan  OUTPUT beserta target dibawahnya.

         Ketika mengecek dengan perintah cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward, hasilnya 0. Padahal sudah menggunakan perintah sysctl –p dan init 6
solusi = periksa lagi sysctl.conf nya. Mungkin pagar yang dibuka bukan net.ipv4.ip_forward=1

–      DHCP

         Ketika hendak merestart dhcp, muncul peringatan GnomeUI-warning
Solusi = biasanya ada tulisan yang salah atau tanda baca yang kurang pada dhcp.conf. lihat saja pemberitahuan tersebut. Biasanya ia sudah memberitahu letak kesalahannya

         Sekarang ketika restart dhcp, baris startingnya failed warna merah. Sudah berulang kali di restart tapi tetap failed
solusi = Periksa pengaturan interfaces. Pastikan terdapat pengaturan address, network, netmask, dan broadcast.

         Sekarang tidak ada masalah pada restartnya. Tapi kok client belum dapat ip ya
solusi = mungkin ada masalah pada kabel atau ethernetnya. Kalau unplugged berarti kabel. Kalau limited connectivity berarti ethernetnya

         Kalau dhcpnya berhasil dan pengaturan router telah dilakukan, harusnya client sudah bisa konek internet dari server, kan? Ini kok belum bisa?
solusi = mungkin pengaturan routernya kurang benar. Coba cek rc.local pada baris MASQUERADE. Kalau mau memeriksanya, Salin 1 baris perintah tersebut lalu pastekan ke root. Jika muncul bad argumen ‘[option]’, berarti ada yang salah pada perintah tersebut. Terus juga, cek domain-name-server pada dhcpd. Jika belum mengatur dns server, pakai dulu ip 202.134.0.155

–      Proxy

         Ini masalah yang sering saya hadapi. Setelah melakukan konfigurasi proxy, proxynya tidak berjalan di client (tidak memblok situs yang diinginkan)
solusi = pertama cek apakah pengaturan pada squid.conf sudah benar. Perhatikan penulisannya dengan seksama dan pastikan penulisannya sudah benar semua. Kedua cek rc.local dimana kita menuliskan perintah PREROUTING. Untuk memastikan kebenarannya, salin 1 baris perintah tersebut lalu tempelkan ke root. Terakhir restart squidnya

         Terus pas sudah berhasil kok semua situs malah di blok?
solusi = ini pasti gara-gara ngikutin tutorial yang belum di revisi. Makanya versi beta 0.9 jangan di pake dulu. Hahaha… . cari tulisan http_access deny all (ada 2 biji) dan blok (#) keduanya

         Kok proxynya nggak transparan ya?
solusi = ada bermacam2 penyebabnya dan saya jujur kurang tau pasti. Selama pengalaman saya, proxy tidak akan transparan jika server tidak terhubung ke internet. Tetapi coba cek perintah auth_param basic nya. Berikut perintah yang baku adalah :

i.        auth_param basic children 5

ii.       auth_param basic realm Squid proxy-caching web server

iii.      auth_param basic credentialsttl 2 hours

iv.       auth_param basic casesensitive off

cat : segala penanganan masalah diatas adalah mutlak berdasarkan pengalaman yang dihadapi ketika pertama belajar. Sehingga jika menemui kesalahan yang serupa, ada kemungkinan solusi diatas tidak berpengaruh.

Subneting

192.168.55.1/24
subnet-mask = 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0)
jumlah subnet = 2pangkat0 = 1
host yang valid = 2pangkat8 -2 = 256 – 2 = 254
blok subnet = 256 – 0 = 256
host per subnet :
subnet = 192.168.55.0
host I = 192.168.55.1
host akhir = 192.168.55.254
broadcasat = 192.168.55.255